Berita  

Pondasi Jembatan Lamkleng Aceh Besar Sudah Setahun Lebih Roboh, Hingga Kini belum Diperbaiki

Pondasi Jembatan Lamkleng Aceh Besar Sudah Setahun Lebih Roboh, Hingga Kini belum Diperbaiki

Akibatnya, jembatan itu terancam ambruk, jika terlalu lama dibiarkan, apalagi sebelumnya di kawasan itu lokasi tanah bergerak, sehingga tanah di daerah aliran sungai itu sangat rawan amblas.

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

Sejutateman.id, JANTHO – Pondasi Jembatan Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar yang roboh tahun lalu akibat dikikis Krueng Aceh hingga kini belum diperbaiki. 

Ya, belum diperbaiki pihak Balai Sungai Wilayah Sumatera 1 atau PUPR Aceh.

Akibatnya, jembatan itu terancam ambruk, jika terlalu lama dibiarkan, apalagi sebelumnya di kawasan itu lokasi tanah bergerak, sehingga tanah di daerah aliran sungai itu sangat rawan amblas.

“Pondasi penahan di bawah jembatan gantung Lamkleng itu sudah lama roboh.

Tetapi, sampai sekarang belum diperbaiki,” kata seorang warga di lokasi kepada Serambinews.com, Sabtu (26/3/2022).

Menurutnya, jembatan Lamkleng setiap saat dilintasi kendaraan, terutama sepeda motor pelajar, ASN, masyarakat umum maupun petani yang membawa hasil panen.

Jembatan Lamkleng itu merupakan jalan satu-satunya yang memudahkan mereka menuju ibu kota Kecamatan maupun kabupaten atau Jantho yang lebih. 

“Kami minta Pondasi jembatan itu diperbaiki dan dilebarkan jembatan agar bisa dilintasi mobil,” pinta Armia, Sekdes Lamkleng. 

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Besar, Rabu (20/1/2021) menyebabkan aliran Krueng Aceh meluap. 

Akibatnya pondasi jembatan gantung Gampong Lamkleng yang menghubungkan ke Gampong Tutui, Kecamatan Kuta Cot Glie Aceh Besar, terancam ambruk.

Kondisi Jembatan gantung sepanjang 120 meter lebih itu berpotensi roboh ke sungai. (*)



#Pondasi #Jembatan #Lamkleng #Aceh #Besar #Sudah #Setahun #Lebih #Roboh #Hingga #Kini #belum #Diperbaiki

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.