Berita  

Ombudsman Minta Kepolisian Lakukan Pendekatan Persuasif dalam Penanganan Demonstrasi

Ombudsman Minta Kepolisian Lakukan Pendekatan Persuasif dalam Penanganan Demonstrasi

Sejutateman.id – Anggota Ombudsman Johanes Widijantoro mengingatkan kepada pihak Kepolisian agar selalu mengendepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam melakukan pengawalan dan pengamanan kegiatan unjuk rasa.

Di samping itu harus menghindari tindakan represif dalam penanganan demontrasi.

Menurutnya, penyampaian aspirasi oleh masyarakat dijamin Undang-Undang Dasar Negara RI Pasal  28E ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Meskipun demikian dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan Undang-Undang,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (11/4/2022).

Lebih lanjut, Johanes Widijantoro mengatakan bahwa sesuai Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, tugas Kepolisian Negara RI antara lain melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan.

Polri juga bertugas melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Oleh sebab itu, berkaca dengan penanganan kegiatan unjuk rasa hari ini, Johanes Widijantoro atas nama Ombudsman RI kembali meminta kepada Kepala Kepolisian RI untuk memerintahkan kepada seluruh Kepala Satuan, Kepala Kepolisian Daerah serta jajaran terkait, agar mengendepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam melakukan pengawalan dan pengamanan kegiatan unjuk rasa serta menghindari tindakan represif.

Johanes menambahkan, apabila pendekatan persuasif tidak dapat dijalankan dan situasi tidak terkendali (chaos), agar dirumuskan perencanaan cara bertindak dan penggunaan alat kekuatan sesuai dengan prinsip proporsional. “Dengan memaksimalkan fungsi intelijen dalam hal mengukur potensi kualifikasi dan kuantifikasi gangguan termasuk deteksi dini serta ancaman gangguan Kamtibmas,” imbuhnya.

Selain itu, melakukan evaluasi dan pengawasan berkala dari komandan satuan. Apabila terpaksa dilakukan pengamanan dan/atau penahanan terhadap peserta unjuk rasa, agar tetap dapat terpenuhi hak-haknya khususnya untuk memperoleh pendampingan dari penasihat hukum.

Kemudian proses pemeriksaan agar dilakukan secara obyektif dan transparan, dengan menyampaikan informasi mengenai pihak-pihak yang diamankan/ditahan serta status dan proses yang sedang dilakukan.

Termasuk juga penanganan terhadap oknum petugas yang diduga melakukan pelanggaran dalam melaksanakan tugas.

Mengingat situasi pandemi agar tetap dapat memberikan jaminan terpenuhinya protokol kesehatan bagi pengunjuk rasa yang diamankan/ditahan dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak sehingga tidak menimbulkan klaster baru.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “Ombudsman Ingatkan Kepolisian Kedepankan Persuasif dalam Penanganan Demonstrasi”



#Ombudsman #Minta #Kepolisian #Lakukan #Pendekatan #Persuasif #dalam #Penanganan #Demonstrasi

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.