Berita  

Kurangi Impor Pangan, Negara Gurun Pasir Harus Cari Solusi, Tanam Sendiri Atau Kelaparan Merajalela

Kurangi Impor Pangan, Negara Gurun Pasir Harus Cari Solusi, Tanam Sendiri Atau Kelaparan Merajalela

Sejutateman.id, LONDON – Negara Timur Tengah yang dipenuhi gurun pasir masih sangat membutuhkan pasokan pangan untuk mencegah kelaparan merajalela.

Para ahli di bidang tanaman pangan keberlanjutan terus mencari solusi inovatif untuk membantu kawasan itu menumbuhkan dan mengelola tanaman sendiri dengan sumber daya yang lebih sedikit.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang menanam sedikit sayuran, tetapi menumbuhkan berbagai tanaman komersial yang dapat tumbuh dan dipertahankan untuk mengurangi beban impor,” kata Chandra Dake, CEO perusahaan teknologi pertanian yang berbasis di UEA, Dake Rechsand kepada Arab News, Senin (11/4/2022).

Untuk mengurangi ketergantungan yang besar di kawasan itu pada impor, Dake percaya teknologi “pasir ajaib”
dapat membantu petani mengubah gurun menjadi lahan subur.

Sehingga, akan yang mampu menanam berbagai buah, sayuran, bahkan tanaman yang membutuhkan banyak air seperti beras.

“Kami sekarang memiliki 28 jenis pohon buah yang kami tanam yang tidak pernah ditanam dalam skala komersial,” kata Dake tentang perkembangan terbaru perusahaannya di UEA.

“Ini adalah sesuatu yang dapat membantu ketahanan pangan,” tambahnya.

Baca juga: Lumbung Pangan Dunia Krisis, Perang Ukraina Picu Kelaparan di Timur Tengah, Afrika dan Asia

Di Timur Tengah dan Afrika Utara yang gersang, ketahanan pangan terkait erat dengan ketahanan air.

Konservasi air yang buruk dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan, dikombinasikan dengan efek perubahan iklim yang menjalar, telah menghabiskan akuifer alami di kawasan itu dan menurunkan kualitas tanah.

“Perang di Ukraina meletus pada saat kekeringan di Afrika Utara telah merusak produksi gandum di sana,” kata Anderson.



#Kurangi #Impor #Pangan #Negara #Gurun #Pasir #Harus #Cari #Solusi #Tanam #Sendiri #Atau #Kelaparan #Merajalela

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.