Berita  

Dinas Pendidikan Gagas Sekolah Antikorupsi

Dinas Pendidikan Gagas Sekolah Antikorupsi

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

Sejutateman.id, BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan, salah satu upaya pembenahan paling utama yang diperlukan dalam mengatasi masalah korupsi di Indonesia khususnya di Aceh adalah dengan pendidikan kritis antikorupsi.

Melalui pendidikan maka proses indoktrinasi nilai antikorupsi sejak dini kepada anak didik diharapkan akan membangun sikap dan karakter antikorupsi.

Dengan demikian hal ini akan menciptakan budaya antikorupsi dalam lingkungan pendidikan di Aceh.

“Karena itu sangat dibutuhkan adanya program khusus yang digagas secara serius menyangkut pendidikan antikorupsi untuk guru yang akan mencetak generasi-generasi antikorupsi di masa yang akan datang,” kata Alhudri di Banda Aceh, Rabu (13/4/2022) malam.

Alhudri menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Kritis Guru Penggerak Antikorupsi Tahun 2022 di salah satu hotel di Banda Aceh. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 16 April 2022.

Baca juga: Ini Potret Dermaga dengan Biaya 170 Juta di Malaysia, Warga Curiga Uang Pembangunan Dikorupsi

Baca juga: Masih Ingat Sulis Cinta Rasul? Ternyata Pernikahannya Hancur, Tahun Ini Punya Suami Baru

Alhudri menuturkan, dasar hukum digagasnya program pendidikan antikorupsi ini adalah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Perpres Nomir 85 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang dan Jangka Menengah.

Sementara, tujuan dari program ini adalah untuk memberikan peningkatan dan standardisasi kompetensi moral, perspektif, pengetahuan, dan keterampilan menyangkut pembelajaran antikorupsi melalui pendekatan pendidikan kritis di sekolah kepada para trainer.

“Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh saat ini sedang mengembangkan dan memprioritaskan peningkatan mutu layanan di sektor pendidikan. Semangat tersebut direalisasikan melalui upaya-upaya nyata melalui berbagai pelatihan kepada para guru, termasuk pendidikan antikorupsi,” kata Alhudri.

Mantan Kadis Sosial Aceh ini menaruh harapan besar kepada para guru bahwa program ini sangat signifikan untuk memastikan pendidikan terhadap guru yang berlangsung nantinya sesuai dengan model pendidikan, konsep dasar, kurikulum, pemetaan standar kompetensi pendidikan menyangkut moral, perspektif, pengetahuan, keterampilan menyangkut pembelajaran antikorupsi, dan pedoman teknis yang telah disusun sebelumnya.

Baca juga: Hukum Tukar Uang Lebaran Kena Biaya Administrasi, Simak Penjelasan Ustad Abdul Somad dan Buya Yahya

Baca juga: USK Masuk 10 Besar Nasional Sebagai Perguruan Tinggi dengan Inovasi Terbaik

Selain itu, juga untuk memastikan kompetensi para trainer menyangkut ideologi, moral, perspektif, pengetahuan, dan keterampilan yang nantinya akan diberikan kepada para guru.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Muksalmina MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini menghadirkan guru PPKN dan Sosiologi dari berbagai daerah di Aceh untuk dilatih menjadi trainer kepada para peserta didik.

“Kegiatan ini sendiri kita melaporkan langsung ke KPK,” kata Muksalmina.

Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat eselon III dan Tim Ahli Dinas Pendidikan Aceh serta Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh. (*)



#Dinas #Pendidikan #Gagas #Sekolah #Antikorupsi

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.