Berita  

Penentuan Awal Bulan Qamariah (2)

Menanti dan Mengisi Lailatul Qadar

Oleh: Prof Dr Al Yasa’ Abubakar MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sebelum ini sudah dijelaskan ada tiga metode yang dapat digunakan untuk menentukan awal bulan qamariah dalam hubungan dengan ibadah (Ramadhan, Syawal, Zulhijjah) yaitu metode ru`yah, hisab imkan-ur ru`yah, dan hisab wujud-ul hilal.

Pada kesempatan ini, penulis akan menguraikan penggunaan metode-metode di atas untuk memahami ayat-ayat dan hadis yang berkaitan dengan hilal sebagai contoh bahwa kebanyakan nash (ayat Al-qur`an dan hadis) baru dapat dipahami dan diamalkan setelah diijtihadkan (dipikirkan) terlebih dulu.

Untuk ini, perlu dijelaskan bahwa hilal awal bulan qamariah muncul di sebelah barat (bukan di timur) menjelang Magrib, yang biasanya hanya beberapa menit dengan ukuran yang relatif kecil, tergantung dari ketinggiannya.

Setelah beberapa menit, hilal akan tenggelam sehingga tidak mungkin lagi dilihat.

Hilal baru mungkin dilihat menjelang Magrib malam besoknya, yang ukurannya sudah lebih tinggi dan sudah lebih besar.

Tapi, malam ini bukan lagi malam pertama bulan baru.

Pada metode rukyah, pemikiran mesti digunakan ketika misalnya hilal sudah terlihat di satu tempat, sedang di tempat lain tidak terlihat, apakah orang di daerah yang tidak melihat hilal mesti menerima laporan tersebut (seberapa luas jangkaun dari satu wilayah, mathla`).

Kalau umpamanya hilal kelihatan di Banda Aceh, apakah orang di Sigli atau Meulaboh yang tidak melihat hilal mesti mengikuti orang Banda Aceh atau mereka mesti mengikuti rukyah di daerahnya sendiri.

Baca juga: Shalat Tarawih dan Shalat Malam (2)

Baca juga: Shalat Tarawih dan Shalat Malam (3)

Tidak ada tuntunan jelas dari Nabi tentang hal ini.



#Penentuan #Awal #Bulan #Qamariah

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.