Berita  

Istri Pembela Pabrik Baja Mariupol Meminta Suaminya dan Lainnya Dievakuasi, Khawatir Dibunuh

Istri Pembela Pabrik Baja Mariupol Meminta Suaminya dan Lainnya Dievakuasi, Khawatir Dibunuh

Sejutateman.id, ROMA – Dua wanita Ukraina yang suaminya membela pabrik baja yang terkepung di kota selatan Mariupol menyerukan evakuasi warga sipil dan tentara.

Mereka khawatir, suaminya dan lainnya akan disiksa dan dibunuh jika ditinggalkan dan ditangkap oleh pasukan Rusia.

“Nyawa tentara juga penting dan kami tidak bisa hanya berbicara tentang warga sipil,” kata Yuliia Fedusiuk (29) istri Arseniy Fedusiuk, anggota Resimen Azov di Mariupol.

Dia dan Kateryna Prokopenko, yang suaminya, Denys Prokopenko, merupaka komandan Azov.

Keduanya mengajukan permohonan di Roma untuk bantuan internasional agar mengevakuasi mereka dari pabrik Azovstal, benteng terakhir perlawanan Ukraina di kota pelabuhan yang strategis dan sekarang dibom.

Dilansir AP, Sabtu (30/4/2022), diperkirakan 2.000 pembela Ukraina dan 1.000 warga sipil bersembunyi di jaringan bunker bawah tanah yang luas, yang mampu menahan serangan udara.

Tetapi kondisi di sana semakin mengerikan, dengan makanan, air, dan obat-obatan habis, setelah pasukan Rusia menjatuhkan penghancur bunker dan amunisi lainnya dalam beberapa hari terakhir ini.

Baca juga: Rusia Hancurkan Rumah Sakit Darurat Pabrik Baja Mariupol, Pasien Terkubur di Bawah Reruntuhan

Sedangkan PBB mengatakan Sekretaris Jenderal António Guterres dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk mengatur evakuasi dari pabrik selama pertemuan minggu ini di Moskow.

PBB dan Komite Internasional Palang Merah yang terlibat, tetapi diskusi seperti yang dilaporkan oleh PBB menyangkut warga sipil, bukan kombatan.

Berbicara dalam bahasa Inggris, Prokopenko (27) menyerukan misi gaya Dunkirk, mengacu pada operasi maritim Perang Dunia II 1940.



#Istri #Pembela #Pabrik #Baja #Mariupol #Meminta #Suaminya #dan #Lainnya #Dievakuasi #Khawatir #Dibunuh

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *