Berita  

Hindari Polemik PMI, Gubernur Aceh Perintahkan ASN Donor Darah di RSUDZA

Hindari Polemik PMI, Gubernur Aceh Perintahkan ASN Donor Darah di RSUDZA

Laporan Masrizal | Banda Aceh

Sejutateman.id, BANDA ACEH – Guna menghindari polemik penjualan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengeluarkan intruksi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Nova meminta untuk sementara seluruh ASN melakukan donor darah di Instalasi Transfusi Darah (ITD) Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUDZA), bukan di PMI Banda Aceh.

“Untuk sementara donor darah ASN Pemerintah Aceh diarahkan ke RSUDZA,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA di Banda Aceh, Jumat (13/5/2022).

Perintah itu berlaku sampai pihak PMI pusat menyelesaikan lakukan audit investigasi terhadap kasus ini.

Baca juga: Stok Darah di PMI Banda Aceh Kosong Gegara Dikirim ke Tangerang, Dedi Sumardi: Hal yang Lumrah 

“Itikad baik donor darah untuk kemanusiaan ini tidak boleh terhenti, karena ini sangat membantu masyarakat luas terutama pasien,” ujar MTA.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh menanggapi polemik pengiriman atau droping 2 ribu kantong darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh ke Tangerang.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammat MTA kepada Serambinews.com, Kamis (12/5/2022) mengaku memang selama ini kebutuhan darah di Aceh selalu terpenuhi bahkan surplus.

Hal ini tidak terlepas dari adanya kerja sama Pemerintah Aceh dengan PMI melalui kegiatan aksi donor darah rutin yang dilakukan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh.

Namun jika kemudian surplus darah ini dipergunakan secara tidak benar maka MTA berharap aparat penegak hukum untuk dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait ini.

Baca juga: MTA: Selidiki Kasus Pengiriman Darah ke Tangerang, PMI Bantah Jual Darah

“Untuk menghindari polimik dan fitnah, penting dilakukan pengusutan oleh pihak aparat penegak hukum (APH) demi terpenuhi keadilan bagi kemanusiaan yang sedang dijalankan oleh PMI,” kata MTA.

MTA mengnyatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada praktik pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh oknum internal PMI dalam hal pengiriman darah Aceh ke luar.

“Pelanggaran prosedur ini kemudian disinyalir ada permainan atau praktik culas dalam hal pengiriman stok darah Aceh ke luar daerah,” ungkap dia.

Pada dasaranya, jelas MTA, Pemerintah Aceh tidak mempermasalahkan pengiriman darah keluar daerah karena darah memang untuk kemanusiaan, dan tentu jika memang secara prosedur dan kebutuhan Aceh sudah terpenuhi.

“Saling tuding pengurus PMI di media massa, ini memperlihatkan ada sesuatu yang tidak benar yamg sedang terjadi dalam hal pengelolaan darah Aceh, terutama sumbangan donor darah ASN Pemerintah Aceh,” ungkap MTA.(*)

Baca juga: DKPP Lhokseumawe Perjelas Kembali, Daging Ayam KFC Aman, Bakteri Hanya Terkandung Pada Air Cucian



#Hindari #Polemik #PMI #Gubernur #Aceh #Perintahkan #ASN #Donor #Darah #RSUDZA

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.