Berita  

Daerah Sentra Produksi Padi di Aceh Mulai Panen di Lahan 17.042 Ha, Harga Gabah Rp 4.700-Rp 5.400/Kg

Daerah Sentra Produksi Padi di Aceh Mulai Panen di Lahan 17.042 Ha, Harga Gabah Rp 4.700-Rp 5.400/Kg

Sejutateman.id, BANDA ACEH – Memasuki minggu ketiga bulan Mei 2022 ini, di beberapa daerah sentra produksi padi di Aceh, sedang panen padi. Di antaranya, di Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pijay, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Harga gabah kering panen (GKP) dengan kadar air 20 persen, dilepas petani dengan harga Rp 4.700 – Rp 4.900/Kg dan gabah kering giling (GKG) dengan kadar air 15 persen, dilepas dengan harga Rp 5.200 – Rp 5.400/Kg,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, melalui Kabid Produksi Safrizal kepada Serambinews.com, Selasa (17/5) di Banda Aceh.

Safrizal mengatakan, target luas panen tanaman padi pada tahun 2022 ini, mulai April – Desember 2022, ditargetkan sekitar 224.490 hektar. Pada bulan April lalu, angka rencana panen padinya seluas 52.524 hektare dan pada bulan Mei ini 17.042 hektare.

• Mesin Potong Padi Terbatas, Sejumlah Petani di Abdya Potong Padi Pakai Tangan

Menurut data tanaman padi yang masuk dari Dinas Pertanian Kabupaten/Kota ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, rencana panen padi terluas ada di Kabupaten Bireuen seluas Rp 3.899 hektare, kemudian Aceh Besar 3.154 hektare dan Aceh Utara seluas 2.669 hektare.

Selain itu, kata Safrizal, masih ada bebarapa daerah lainnya yaitu Pidie Jaya seluas 2.003 hektar, kemudian Pidie seluas 1.713 hektare, Gayo Lues seluas 1.255 hektare, Simeulue 659 hektare, Nagan Raya 565 hektar, Lhokseumawe 253 hektare, Aceh Tenggara 153 hektar, Aceh Selatan 74 hektare dan beberapa daerah lainnya.

Sementara untuk panen padi bulan Juni mendatang, sebut Safrizal, angka rencana panennya sekitar 18.516 hektare. Angka panen tanaman padi terluasnya ada di Aceh Utara mencapai 5.532 hektare, kemudian Pidie 3.459 hektare, selanjutnya Bireuen 2.939 hektare dan lainnya.

• Gara-gara Mesin Pemotong Padi Terbatas, Petani di Abdya Terancam Merugi, Ini Penyebabnya

Kabulog Aceh, Irsan Nasution yang dimintai penjelasannya terkait program pembelian beras petani untuk stok pengadaan lokal- nasional kepada Serambi mengatakan, realisasi pembelian beras petani untuk stok pangan nasional di Aceh, baru terealisir sekitar 1.037 ton, atau baru sebesar 8,6 persen dari targetnya 12.000 ton.

Ia mengatakan, hasil panen padi di Aceh tahun ini memang banyak. Tapi, karena harga gabah ditingkat petaninya susah tinggi, harga jual berasnya tingkat penggilingan padi, sudah mahal.

Misalnya gabah kering panen (GKP)dengan kadar air sebesar 20 persen, dilepas petani dengan harga Rp 4.700 – Rp 4.900/Kg dan gabah kering giling (GKP) dengan kadar air sebesar 15 persen, dilepas petani dengan harga Rp 5.200 – Rp 5.400/Kg.

“Kalau harga gabahnya di tingkat petani sudah tinggi, maka harga beras ditingkat penggilingan ikut tinggi, di atas Rp 9.000/Kg, sedangkan harga beli beras Bulog hanya senilai Rp 8.300/Kg,” pungkas Irsan.



#Daerah #Sentra #Produksi #Padi #Aceh #Mulai #Panen #Lahan #Harga #Gabah #4700Rp #5400Kg

Sumber : aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.