Berita  

Masyarakat Indonesia Merugi 117 Triliun Akibat Investasi Bodong

Universitas Pertamina, 15 April – Belakangan, ramai terungkap berbagai kasus investasi bodong dengan iming-iming profit besar. Satgas Waspada Investasi (SWI) mengatakan, investasi bodong sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia. Dalam rentang waktu 10 tahun terakhir (2011-2021),  jumlah kerugian masyarakat akibat investasi bodong mencapai 117 Triliun Rupiah.

Maraknya kasus investasi bodong membuat para investor merasa khawatir. Padahal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, hingga akhir Kuartal I 2022, terdapat peningkatan jumlah investor yang didominasi oleh gen z dan milenial hingga menembus angka 8,3 juta. Jumlah ini meningkat 12,13 persen dari posisi akhir tahun 2021 lalu. 

Pakar ekonomi Universitas Pertamina, Achmad Kautsar M.Si., membagikan tips dan trik terhindar dari investasi bodong, khususnya untuk para investor pemula. “Pertama dan yang paling utama, pastikan lembaga atau perusahaan investasi terdaftar di OJK. Kemudian, cek dokumen perizinannya, pelajari laporan keuangannya, dan ketahui bagaimana ia memasarkan produk investasinya,” ungkapnya dalam wawancara daring, Jumat (15/4).

Dosen Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina tersebut juga menghimbau kepada para pelaku investasi, agar senantiasa mewaspadai iming-iming keuntungan yang besar dalam jangka waktu singkat. “Dan waspadai lembaga atau perusahaan investasi yang selalu menjanjikan keuntungan tanpa melihat risiko. Karena setiap investasi pasti ada risiko kerugian,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam konferensi internasional besutan Universitas Pertamina (UPER) bertajuk ‘International Conference On Contemporary Risk Studies (ICONICS-RS)’, Director of Research Group, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Herman Saheruddin, Ph.D., mengatakan, investasi akan aman selama nasabah melindungi investasinya. Terlebih, tren penyimpanan dana di bank untuk tabungan dan investasi mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir.

“Di LPS misalnya, simpanan nasabah dalam bentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu, akan dilindungi sampai dengan total 2 Milyar Rupiah selama memenuhi syarat dan ketentuan dari LPS,” jelas Herman dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (31/3) dan Jumat (1/4) tersebut.

Herman juga mengatakan, ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 3,69 persen di tahun 2021 lalu, membawa angin segar bagi para investor. “Capaian ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen. Sementara itu, di tengah tekanan inflasi di berbagai negara maju, laju inflasi Indonesia pada tahun 2021 juga masih terkendali pada level yang rendah dan stabil,” pungkasnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Senior Vice President Risk Management, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Ety Yuniarti mengatakan, di sektor perbankan berbagai strategi manajemen

risiko telah dilakukan guna menghadirkan iklim investasi yang sehat. Namun, tak dipungkiri berbagai tantangan akibat ketidakpastian kondisi pasca pandemi masih perlu diwaspadai.

“Tantangan yang paling dirasakan adalah perubahan perilaku pelanggan, peraturan dan kebijakan yang sangat cepat. Ditambah, lingkungan eksternal yang sangat dinamis. Membuat pengembangan manajemen risiko di sektor perbankan juga harus dilakukan dengan cepat,” imbuhnya.

Konferensi bertema ‘Contemporary Risks Studies on Business, Economics, Communication, and International Relations during COVID-19 Pandemic’ tersebut, juga turut dihadiri oleh: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T; Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D; dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA.

Hadir sebagai narasumber, para akademisi dari berbagai Kampus energi terbaik prestigioud mancanegara, yakni: Prof. Dr. Benjamin K. Sovacool, University of Sussex Business School, United Kingdom; Dr. Joe Burton, University of St Andrews; dan Prof. David Alexander, University College London (UCL). Berbagai pakar kenamaan nasional juga turut hadir dalam konferensi tersebut, yakni: Iman Rachman, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha, PT Pertamina (Persero); Enrico Hariantoro, Executive Director of Integrated Financial Services Sector Policy Group, The Financial Services Authority; Prof. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM; Herman Saheruddin, Ph.D., Director of Research Group, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS); dan Ety Yuniarti, Senior Vice President Risk Management, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).

Bagi siswa-siswi yang tertarik dengan perkembangan ekonomi nasional dan global, dapat bergabung di Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina. Saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut sedang membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor (Non Tes) dan Ujian Masuk Online untuk Tahun Akademik 2022/2023.

Universitas Pertamina juga menyediakan beasiswa dengan nilai total mencapai 16 Milyar Rupiah. Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran

kehadiran pandemi Covid-19 juga telah berdampak pada perubahan tatanan ekonomi global dan tingkat suku bunga yang lebih fluktuatif. Hal ini membuat para investor harus lebih hati-hati dalam melakukan strategi investasi. Lantas, masih amankah berinvestasi di tengah gempuran ancaman investasi bodong dan ketidakpastian pandemi?

para pakar membagikan strategi penerapan manajemen risiko di sektor keuangan dan perbankan, yang termasuk di dalamnya edukasi kepada generasi muda sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Tips n trick berinvestasi di usia muda:

1. Pilih jenis produk investasi sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan

2. Distribusikan investasi pada berbagai jenis yang berbeda, jangan hanya mengandalkan satu jenis investasi

3. Pelajari cara untuk forecasting atau peramalan sebelum memilih jenis produk investasi

4. Pahami ketentuan produk investasi

5. Cek ke pihak berwenang jika ragu dalam memilih lembaga atau perusahaan investasi

6. Tentukan investasi untuk jangka panjang atau jangka pendek

7. Jangan terburu-buru mengambil keputusan

Menurut Ety, Enterprise Risk Management (ERM) menjadi strategi pengelolaan risiko yang paling efektif. ERM memungkinkan perusahaan untuk menghadapi risiko yang disebabkan adanya kondisi ketidakpastian dengan mengintegrasikan semua jenis risiko dan melibatkan berbagai pihak berkepentingan.

1. Pilih jenis produk investasi sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan

2. Distribusikan investasi pada berbagai jenis yang berbeda, jangan hanya mengandalkan satu jenis investasi

3. Pelajari cara untuk forecasting atau peramalan sebelum memilih jenis produk investasi

4. Pahami ketentuan produk investasi

5. Cek ke pihak berwenang jika ragu dalam memilih lembaga atau perusahaan investasi

6. Tentukan investasi untuk jangka panjang atau jangka pendek

7. Jangan terburu-buru mengambil keputusan menggunakan alat dan teknik terpadu yang dikomunikasikan ke semua lini bisnis mendorong pengembangan Manajemen Risiko

  1. Perbedaan kemampuan pelanggan dalam pengambilan keputusan risiko yang kuat
  2. Teknik deteksi Peringatan Dini untuk proaktif dalam potensi kerugian, identifikasi (bank besar di Indonesia dibantu oleh EWS untuk efisien, mengelola risiko kredit.

Covid-19 memberikan dampak pada berbagai  sektor/segmen, uniqueness pada masing- masing sektor/segmen memerlukan  pengelolaan yang berbeda, dibutuhkan penyusunan pengelolaan manajemen risiko yang sifatnya rule-based maupun tailor made

“Prepare for the worst”

Bank perlu mewaspadai potensi kegagalan restrukturisasi dengan pembentukan pencadangan dan strategi soft-landing pada saat berakhirnya POJK stimulus.

“Risk Management to support Selective growth strategy”

Bank harus bisa mencari new engine growth untuk pertumbuhan kredit (Business follows stimulus)

Solusi:

Penerapan Manajemen Risiko di Sektor Perbankan

Area untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mempromosikan Manajemen Risiko

  1. Technology / Digitalization – To minimize manual or human intervention thus limiting biases by keep exploring new technology use case
  2. Data – Data as main strategic asset; Data is the new oil; maximize the use of both internal and external data in decision making process
  3. Forward-looking risk view – Enhanced credit analytics and expand the horizon to foster a stronger, transverse and more forward-looking view of both the evolution of existing and emerging risks
  4. Role and mandate – Collaborate more with business/ other functions in strategic decision making by providing technology-driven insights
  5. Risk Culture – Become a strong advocate of corporate values through a stronger risk culture defined and strengthened across the bank
  6. Agile talents – Develop and hire people with digital skills who can collaborate with other functions. Focus on agile capabilities and mindset serta berada di bawah kisaran target 

sebesar 3±1% (yoy) yang telah ditetapkan. Realisasi inflasi pada tahun 2021 tercatat sebesar 1,87% (yoy) atau naik dari realisasi tahun 2020 yang sebesar 1,68% (yoy). Hasil pengendalian ini tidak terlepas dari koordinasi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga.

  1. Saling ketergantungan dalam Pemulihan Ekonomi
  2. Pasar Keuangan Global: Telah Pulih tetapi Masih Relatif Berfluktuasi
  3. Pasar Komoditas: Kenaikan Harga, Diperkuat oleh Perang Rusia-Ukraina
  4. Manajemen Risiko di Sektor Keuangan: Bijaksana dengan Sinergi

simpanan nasabah Investasi bodong, biasanya menyasar investor pemula yang didominasi oleh anak muda. Mereka umumnya mengandalkan informasi berbasis digital, seperti media sosial atau informasi dari influencer. Edukasi investasi, menjadi penting bagi para investor muda tersebut. 

Terutama di tengah pandemi, Karena banyak dari mereka yang tidak mengikuti pembelajaran pasar modal, sehingga tidak selaras dengan tujuannya, dan cenderung tergoda dengan bentuk-bentuk investasi yang belakangan diketahui ilegal.

Sebagai nasabah perbankan, ancaman likuidasi atau tutupnya bank menjadi hal yang kerap kali membuat masyarakat cemas dan ragu untuk menempatkan dana s​​impanan di bank.

LPS merupakan suatu lembaga independen yang berfungsi untuk menjamin simpanan nasabah di bank. Penjaminan simpanan ini meliputi bank umum dan BPR/BPRS yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

LPS menjamin simpanan nasabah di bank hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Nah, agar simpanan nasabah dijamin LPS, nasabah diimbau untuk memenuhi syarat 3T LPS, yaitu 1) Tercatat dalam pembukuan bank, 2) Tingkat bunga simpanan yang diterima nasabah tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan 3) Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya memiliki kredit macet.

LPS hanya dapat menempatkan aset pada surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia dan/atau Bank Indonesia.

LPS menjamin simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.

LPS

  1. Perekonomian Indonesia Sembuh Secara Bertahap

Ekonomi Indonesia tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 terhadap triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen (y-on-y).

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,06 persen (q-to-q)

Di tengah tekanan inflasi di berbagai negara maju tersebut, laju inflasi Indonesia pada tahun 2021 masih terkendali pada level yang rendah dan stabil, serta berada di bawah kisaran target sebesar 3±1% (yoy) yang telah ditetapkan. Realisasi inflasi pada tahun 2021 tercatat sebesar 1,87% (yoy) atau naik dari realisasi tahun 2020 yang sebesar 1,68% (yoy). Hasil pengendalian ini tidak terlepas dari koordinasi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga.

  1. Saling ketergantungan dalam Pemulihan Ekonomi
  2. Pasar Keuangan Global: Telah Pulih tetapi Masih Relatif Berfluktuasi
  3. Pasar Komoditas: Kenaikan Harga, Diperkuat oleh Perang Rusia-Ukraina
  4. Manajemen Risiko di Sektor Keuangan: Bijaksana dengan Sinergi

Turisme berjalan: dijamin keamanannya hotel, lokasi wisata, (pinjaman)

Jenis Risiko:

  1. Teknologi – kecelakaan, tenaga kerja/tenaga kerja, serangan siber, terorisme siber, AI, kejahatan siber, senjata nuklir
  2. Keuangan/ekonomi – pasokan energi, krisis keuangan, dll
  3. Lingkungan – pandemi, ancaman biologis, air, makanan, atmosfer, ekosistem, perubahan iklim
Tentang Universitas Pertamina

Universitas Pertamina merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang didirikan pada tanggal 1 Februari 2016 sebagai bentuk tanggung jawab sosial PT Pertamina (Persero) di bidang pendidikan. Universitas Pertamina diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada tanggal 11 Februari 2016. Universitas Pertamina memiliki 6 Fakultas dan 15 Program Studi yang kurikulumnya dibuat berbasis kebutuhan industri energi. Universitas Pertamina didirikan dengan harapan menjadi universitas berkelas dunia yang bergerak di bidang bisnis dan teknologi energi. Saat ini, pengelolaan Universitas Pertamina berada di bawah naungan Pertamina Foundation.

Untuk informasi lebih lanjut:

Alamat : Jalan Teuku Nyak Arief, Simprug, Kel. Grogol Selatan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12220

Telepon : (021) 29044308

Website : www.universitaspertamina.ac.id 

Email : [email protected]

Media Sosial : 1. Instagram : universitaspertamina

2. Twitter : @UnivPertamina

3. [email protected] : @UnivPertamina

4. Facebook : Universitas Pertamina

Narahubung:

Nama : Pristia T.A. – Tim Humas Universitas Pertamina

Telepon : 08999560084

Email : [email protected] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *